<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Azizamedina&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://azizamedina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azizamedina.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 04:02:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='azizamedina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Azizamedina&#039;s Blog</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azizamedina.wordpress.com/osd.xml" title="Azizamedina&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://azizamedina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pembebasan Mekkah</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/pembebasan-mekkah/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/pembebasan-mekkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 03:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/pembebasan-mekkah/</guid>
		<description><![CDATA[Pembebasan Mekkah (bahasa Arab: فتح مكة, Fathu Makkah) merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka&#8217;bah. Penyebab Pada tahun 628, Quraisy dan Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=187&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pembebasan Mekkah</strong> (<a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a>: <strong>فتح </strong><strong>مكة</strong>, <em>Fathu Makkah</em>) merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun <a title="630" href="http://id.wikipedia.org/wiki/630">630</a> tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan 8 H, dimana <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> beserta 10.000 pasukan bergerak dari <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> menuju <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar <a title="Ka'bah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah">Ka&#8217;bah</a>.</p>
<p><strong>Penyebab</strong></p>
<p>Pada tahun <a title="628" href="http://id.wikipedia.org/wiki/628">628</a>, <a title="Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy">Quraisy</a> dan Muslim dari Madinah menandatangani <a title="Perjanjian Hudaibiyyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Hudaibiyyah">Perjanjian Hudaybiyah</a>. Meskipun hubungan yang lebih baik terjadi antara Mekkah dan Madinah setelah penandatanganan Perjanjian Hudaybiyah, 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, menyerang Bani Khuza&#8217;ah yang merupakan sekutu Muslim. Pada saat itu musyrikin Quraisy ikut membantu Bani Bakr, padahal berdasarkan kesepakatan damai dalam perjanjian tersebut dimana Bani Khuza&#8217;ah telah bergabung ikut dengan Nabi Muhammad dan sejumlah dari mereka telah memeluk islam, sedangkan Bani Bakr bergabung dengan musyrikin Quraisy.</p>
<p><a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu Sufyan</a>, kepala suku <a title="Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy">Quraisy</a> di Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu, tetapi Muhammad menolak, Abu Sufyan pun pulang dengan tangan kosong. Sekitar 10.000 orang pasukan Muslim pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Muhammad bermurah hati kepada pihak Mekkah, dan memerintahkan untuk menghancurkan berhala di sekitar dan di dalam Ka&#8217;bah. Selain itu hukuman mati juga ditetapkan atas <a title="Daftar orang yang dijatuhi hukuman mati dalam Pembebasan Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_orang_yang_dijatuhi_hukuman_mati_dalam_Pembebasan_Mekkah">17 orang Mekkah</a> atas kejahatan mereka terhadap orang Muslim, meskipun pada akhirnya beberapa di antaranya diampuni.</p>
<h2>Pemimpin pasukan</h2>
<p>Tanggal 10 Ramadhan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kota Madinah diwakilkannya kepada Abu Ruhm Al-Ghifary.</p>
<p>Ketika sampai di Dzu Thuwa, Nabi Muhammad membagi pasukannya, yang terdiri dari tiga bagian, masing-masing adalah:</p>
<ol>
<li><a title="Khalid bin Walid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalid_bin_Walid">Khalid bin Walid</a> memimpin pasukan untuk memasuki Mekkah dari bagian bawah,</li>
<li><a title="Zubair bin Awwam bin Khuwailid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zubair_bin_Awwam_bin_Khuwailid">Zubair      bin Awwam</a> memimpin pasukan memasuki Mekkah bagian atas dari      bukit Kada&#8217;, dan menegakkan bendera di Al-Hajun,</li>
<li><a title="Abu Ubaidah bin al-Jarrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Ubaidah_bin_al-Jarrah">Abu      Ubaidah bin al-Jarrah</a> memimpin pasukan dari tengah-tengah      lembah hingga sampai ke Mekkah.</li>
</ol>
<h1>Daftar orang yang dijatuhi hukuman mati dalam Pembebasan Mekkah</h1>
<h2>Berikut ini merupakan daftar orang yang dijatuhi hukuman mati dalam <a title="Pembebasan Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembebasan_Mekkah">Pembebasan Mekkah</a>. Setelah masuknya <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> beserta pengikutnya ke <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>, ia memerintahkan <a title="Sahabat Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi">sahabat-sabahatnya</a> untuk menjalankan <a title="Hukuman mati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman_mati">hukuman mati</a> bagi sebagian pemberontak. Dari 17 orang yang dijatuhi hukuman mati, sebagian mengajukan ampunan dan diampuni, 5 orang tidak mengajukan ampunan dan dihukum mati, satu orang melarikan diri meninggal dalam usia senja. <a title="Ibnu Hisyam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Hisyam">Ibnu Hisyam</a> dan beberapa pakar biografi Nabi Muhammad menuliskan ketujuh belas terpidana tersebut sebagai berikut:</h2>
<ul>
<li>Abdullah      bin Sa&#8217;d &#8211; Sebelumnya ia merupakan      seorang <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> yang diperintahkan menulis kumpulan <a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an">firman-firman      Allah</a>, namun ia berkhianat dan bergabung dengan pemberontak.      Setelah <a title="Pembebasan Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembebasan_Mekkah">Pembebasan Mekkah</a>, ia dijatuhi      hukuman mati. Kemudian ia mengungsi ke saudara sepersusuannya, <a title="Utsman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan">Utsman bin Affan</a>. Utsman memberinya <a title="Suaka (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suaka&amp;action=edit&amp;redlink=1">suaka</a>, dan membawanya      ke hadapan Muhammad dan memohon agar ia diampuni.</li>
<li>Abdullah      bin Khatal &#8211; Ia juga sebelumnya seorang      Muslim yang diperintah Muhammad untuk mengutip pajak bersama seorang budak      dan <a title="Anshar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anshar">Anshar</a>.      Ketika mereka bersistirahat dalam perjalanan, ia memerintahkan si budak      untuk memasak ayam untuknya. Namun, si budak tertidur dan ia membunuh      budak itu karena marah padanya. Karena takut akan kemarahan Muhammad, ia      membelot dan bergabung dengan pemberontak. Selain itu, ia sering menghina      Muhammad melalui puisinya. Setelah Pembebasan Mekkah, ia membungkus      dirinya dengan tirai Ka&#8217;bah. Ketika Muhammad tahu, ia memerintahkan agar      Bin Khatal dibunuh di sana. <a title="Abu Burzah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abu_Burzah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abu Burzah</a> dan <a title="Sa'id bin Harits (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sa%27id_bin_Harits&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sa&#8217;id bin Harits</a> melaksanakan hukuman matinya di antara <a title="Hajar Aswad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hajar_Aswad">Hajar      Aswad</a> dan <a title="Maqam Ibrahim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maqam_Ibrahim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Maqam Ibrahim</a>.</li>
<li>Fartana &#8211; Ia adalah budak wanita Abdullah bin Khatal. Fartana      juga sering membacakan puisi yang melecehkan Muhammad. Tariannya selalu      menampakkan gerak gerak <a title="Suku Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Quraisy">orang-orang Quraisy</a> yang sedang mabuk dan      melakukan gerakan cabul. Ia dihukum mati bersama majikannya.</li>
<li>Quraibah &#8211; Ia juga budak Abdullah bin Khatal. Ia juga      berprofesi seperti Fartana. Perintah hukuman mati telah diturunkan      untuknya. Namun, ketika ia menghadap Muhammad dan memohom suaka,      permintaannya dikabulkan dan kemudian ia menjadi Muslim.</li>
<li>Huwairits      bin Nafidz bin Wahab &#8211; Ia adalah seorang pujangga.      Ia terkenal karena penghinaannya yang besar terhadap Muhammad dan      kebenciannya yang mendalam tehadap Islam. Ketika <a title="Abbas bin Abdul Muthalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul_Muthalib">Abbas bin Abdul Muthalib</a> bersama <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a> dan <a title="Ummmi Kultsum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ummmi_Kultsum&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ummmi Kultsum</a> sedang      dalam perjalanan dari <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a> ke <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a> dengan unta, ia membuntutinya dan menusuk unta tersebut dengan lembing,      sehingga unta melonjak dan Fatimah terjatuh dari punggung unta. Ia      dijatuhi hukuman mati dan <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> yang melaksanakan.</li>
<li>Miqyas      bin Subabah &#8211; Ia adalah saudara laki-laki <a title="Hisyam bin Subabah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hisyam_bin_Subabah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hisyam      bin Subabah</a>. Ketika penyerbuan Dzu Qarad, seorang Anshar secara      tak sengaja ia membunuh Hisyam. Setelah kejadian ini, Miqyas pindah ke      Madinah dan menjadi Islam. Ia meminta ganti rugi pada Muhammad atas      kematian kakaknya. Permintaan tersebut akhirnya dipenuhi. Beberapa hari      kemudian, ia membunuh orang yang membunuh kakaknya dan kemudian ia      melarikan diri ke Mekkah dan memberontak. Ia dijatuhi hukuman mati yang      kemudian dijalankan oleh <a title="Abdullah Laitsi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdullah_Laitsi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abdullah Laitsi</a> dengan memenggal kepala Miqyas.</li>
<li>Sarah &#8211; Budak wanita <a title="Ikrimah bin Abu Jahal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikrimah_bin_Abu_Jahal">Ikrimah bin Abu Jahal</a>. Ia sering      menghina Muhammad. Maka, ia dijatuhi hukuman mati. Namun, ia dibebaskan      setelah ia memohon dan meminta perlindungan pada Muhammad. Ia kemudian      masuk Islam dan hidup hingga masa Khalifah Umar.</li>
<li>Harits      bin Hisyam dan Zubair bin Abi Umayyah &#8211; Mereka juga dijatuhi hukuman mati.      Namun, mereka mengusngsi ke rumah saudaranya, Ummi Hani binti Abi Jahal.      Ali membuntuti mereka dan tidak akan membiarkan mereka hidup. Ummi Hani      menghalangi Ali dan menyelamatkan kedua pelarian tersebut di dalam      rumahnya. Ummi Hani kemudian mengadu sikap Ali kepada Muhammad. Akhirnya,      mereka dibebaskan atas perintah Muhammad.</li>
<li><a title="Ikrimah bin Abu Jahal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikrimah_bin_Abu_Jahal">Ikrimah bin Abu Jahal</a> &#8211; Ia termasuk pemberontak Islam seperti ayahnya.      Setelah Pembebasan Mekkah, ia pergi dari Mekkah ke <a title="Yaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman">Yaman</a> karena tidak mungkin tinggal di Mekkah lagi. Istrinya, <a title="Ummi Hakim binti Harits (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ummi_Hakim_binti_Harits&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ummi      Hakim binti Harits</a>, yang sudah Islam memohon kepada Muhammad      agar suaminya diampuni. Permintaan tersebut dikabulkan. Maka, ia menjemput      suaminya di Yaman. Setelah kembali ke Mekkah, suaminya akhirnya masuk      Islam. Ikrimah meninggal di <a title="Ajnadin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ajnadin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ajnadin</a> dalam perang      di masa kekhalifahan <a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu Bakar</a>.</li>
<li>Habbar      bin al-Aswad &#8211; Ia merupakan penanggung      jawab atas pembantaian besar-besaran umat Muslim. Ketika <a title="Zainab (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zainab&amp;action=edit&amp;redlink=1">Zainab</a>, putri      Muhammad dalam perjalanan menuju Madinah dari Mekkah, untanya ditusuknya      dengan linggis sehingga unta meronta-ronta dan Zainab terjatuh. Zainab      yang saat itu sedang hamil mengalami keguguran. Muhammad menjatuhi hukuman      mati kepadanya. Ia kemudian mohom ampunan kepada Muhammad. Permohonan itu      dikabulkannya.</li>
<li><a title="Wahsyi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahsyi">Wahsyi      bin Harb</a> &#8211; Ia bertanggung jawab atas      kematian <a title="Hamzah bin Abdul-Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hamzah_bin_Abdul-Muththalib">Hamzah</a>, paman      Muhammad. Setalah pembunuhan itu, ia melarikan diri dari Mekkah ke <a title="Tha'if" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tha%27if">Tha&#8217;if</a>.      Sebelum, Muhammad tinggal di Madinah, ia memohon ampun padanya dan masuk      Islam. Ia juga ikut bertempur melawan nabi palsu, <a title="Musailamah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Musailamah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Musailamah</a> pada masa      Khalifah Abu Bakar dan memancung Musailamah dengan senjata yang sama yang      digunakan untuk membunuh Hamzah.</li>
<li>Ka&#8217;b      bin Zubair &#8211; Ia adalah pujangga terkenal      yang sering menjelek-jelekkan Muhammad dengan puisinya. Ia pergi dari      Mekkah ketika Pembebasan Mekkah dan ia dijatuhi hukuman mati. Namun, ia      kemudian ke Madinah dan memohon ampun pada Muhammad. Muhammad      mengampuninya dan memberinya hadiah selembar kain saat itu.</li>
<li>Harits      bin Talatil &#8211; Ia juga seorang pujangga. Ia      dijatuhi hukuman dan Ali yang melaksanankan hukuman itu.</li>
<li>Abdullah      bin Zib&#8217;ari &#8211; Ia juga seorang pujangga.      Ketika ia dijatuhi hukuman mati, ia lari ke <a title="Najran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Najran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Najran</a>. Namun,      kemudian ia memohon ampun pada Muhammad dan Muhammad menerimanya.</li>
<li>Hubairah      bin Abi Wahab Makhzumi &#8211; Ia      juga seorang pujangga. Ia melarikan diri ke Najran. Hingga kematiannya, ia      tetap pemberontak.</li>
<li>Hindi      binti Uthbah &#8211; Istri <a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu      Sufyan</a>. Pada <a title="Pertempuran Uhud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Uhud">pertempuran Uhud</a>, ia mencabut jantung      Hamzah dan mengunyahnya. Ia dijatuhi hukuman mati, namun ia memohon ampun      pada Muhammad dan masuk Islam.</li>
</ul>
<h1 id="firstHeading"></h1>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=187&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/pembebasan-mekkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/sahabat/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 03:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Nabi, dari kata shahabah (ash-shahaabah, الصحابه) adalah mereka yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad SAW, membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan Muslim. Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi&#8217;i pernah berkata: &#8220;Ash-Shabi (sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah SAW, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam&#8221;[1] Kebanyakan muslim mendefinisikan para sahabat sebagai mereka yang mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=184&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Nabi</strong>, dari kata <em>shahabah</em> (<em>ash-shahaabah</em>, <strong>الصحابه</strong>) adalah mereka yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad SAW, membantu perjuangannya dan meninggal dalam keadaan <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a>. <a title="Ibnu Hajar Al 'Asqalani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Hajar_Al_%27Asqalani">Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi&#8217;i</a> pernah berkata:</p>
<p><em>&#8220;Ash-Shabi (sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah SAW, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam&#8221;</em><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi#cite_note-0">[1]</a></sup></p>
<p>Kebanyakan muslim mendefinisikan para sahabat sebagai mereka yang mengenal Nabi <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> SAW, mempercayai ajarannya, dan meninggal dalam keadaan <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>. Para sahabat utama yang biasanya disebutkan hingga 50 sampai 60 nama, yakni mereka yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Sahabat disebut pula murid Nabi Muhammad.</p>
<p>Identifikasi terhadap sahabat nabi, termasuk status dan tingkatannya merupakan hal yang penting dalam dunia Islam karena dapat digunakan untuk mengevaluasi keabsahan suatu hadits maupun perbuatan Nabi yang diriwayatkan oleh mereka.</p>
<p>Menurut <a title="Al-Hakim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al-Hakim&amp;action=edit&amp;redlink=1">al-Hakim</a> dalam <a title="Mustadrak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mustadrak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mustadrak</a>, Sahabat terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Para sahabat yang masuk Islam      di <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>,      sebelum melakukan <a title="Hijrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah">hijrah</a>, seperti <a title="Khulafa'ur Rasyidin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khulafa%27ur_Rasyidin">Khulafa&#8217;ur Rasyidin</a>
<ol>
<li><a title="Khadijah binti Khuwailid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khadijah_binti_Khuwailid">Khadijah binti Khuwailid</a></li>
<li><a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali bin Abi Thalib</a></li>
<li><a title="Zaid bin Haritsah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaid_bin_Haritsah">Zaid bin Haritsah</a></li>
<li><a title="Abu Bakar Al-Shiddiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar_Al-Shiddiq">Abu Bakar ash-Shiddiq</a></li>
<li><a title="Umar bin Khattab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab">Umar bin Khattab</a></li>
<li><a title="Utsman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan">Utsman bin Affan</a></li>
<li><a title="Abbas bin Abdul Muthalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul_Muthalib">Abbas bin Abdul Muthalib</a></li>
<li><a title="Hamzah bin Abdul Muthalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hamzah_bin_Abdul_Muthalib">Hamzah bin Abdul Muthalib</a></li>
<li><a title="Ja'far bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_bin_Abi_Thalib">Ja&#8217;far bin Abi Thalib</a></li>
</ol>
</li>
<li>Para sahabat yang mengikuti <a title="Majelis Darunnadwah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Majelis_Darunnadwah&amp;action=edit&amp;redlink=1">majelis      Darunnadwah</a></li>
<li>Para sahabat yang ikut serta      berhijrah ke negeri <a title="Habasyah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Habasyah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Habasyah</a></li>
<li>Para sahabat yang ikut serta      pada <a title="Bai'at (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bai%27at&amp;action=edit&amp;redlink=1">bai&#8217;at</a> <a title="Aqabah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aqabah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aqabah</a> pertama</li>
<li>Para sahabat yang ikut serta      pada <a title="Bai'at (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bai%27at&amp;action=edit&amp;redlink=1">bai&#8217;at</a> <a title="Aqabah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aqabah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aqabah</a> kedua</li>
<li>Para sahabat yang berhijrah      setelah sampainya Rasulullah ke <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a></li>
<li>Para sahabat yang ikut serta      pada <a title="Pertempuran Badr" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Badr">perang Badar</a></li>
<li>Para sahabat yang berhijrah      antara perang Badar dan <a title="Perjanjian Hudaibiyyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Hudaibiyyah">perjanjian Hudaibiyyah</a></li>
<li>Para sahabat yang ikut serta      pada <a title="Bai'at Ridhwan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bai%27at_Ridhwan&amp;action=edit&amp;redlink=1">bai&#8217;at Ridhwan</a></li>
<li>Para sahabat yang berhijrah      antara perjanjian Hudaibiyyah dan <a title="Fathu Makkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fathu_Makkah">fathu      Makkah</a>
<ol>
<li><a title="Khalid bin Walid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalid_bin_Walid">Khalid bin Walid</a></li>
<li><a title="Amru bin Ash" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amru_bin_Ash">Amru       bin Ash</a></li>
</ol>
</li>
<li>Para sahabat yang masuk Islam      pada <a title="Fathu Makkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fathu_Makkah">fathu Makkah</a>,
<ol>
<li><a title="Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Sufyan">Abu       Sufyan</a></li>
<li><a title="Muawiyah I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muawiyah_I">Mu&#8217;awiyah       bin Abu Sufyan</a></li>
<li><a title="Ikrimah bin Abu Jahal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikrimah_bin_Abu_Jahal">Ikrimah bin Abu Jahal</a></li>
</ol>
</li>
<li>Bayi-bayi dan anak-anak yang      pernah melihat Rasulullah saw pada <a title="Fathu Makkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fathu_Makkah">fathu      Makkah</a></li>
</ol>
<p><strong>Beberapa Sahabat yang Terkenal </strong></p>
<ul>
<li><a title="Abdurrahman bin Auf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_bin_Auf">Abdurrahman bin Auf</a></li>
<li><a title="Abdullah ibn Umar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_ibn_Umar">Abdullah ibn Umar</a></li>
<li><a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu      Bakar</a></li>
<li><a title="Abu Dzar Al-Ghiffari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Dzar_Al-Ghiffari">Abu Dzar Al-Ghiffari</a></li>
<li><a title="Abu Hurairah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Hurairah">Abu      Hurairah</a></li>
<li><a title="Abu Ubaidah bin al-Jarrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Ubaidah_bin_al-Jarrah">Abu Ubaidah bin al-Jarrah</a></li>
<li><a title="Amru bin Ash" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amru_bin_Ash">Amru bin      Ash</a></li>
<li><a title="Ali bin Abi Talib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Talib">Ali bin Abi Talib</a></li>
<li><a title="Al-Qamah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Al-Qamah&amp;action=edit&amp;redlink=1">al-Qamah</a></li>
<li><a title="Hamzah bin Abdul Muthalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hamzah_bin_Abdul_Muthalib">Hamzah bin Abdul Muthalib</a></li>
<li><a title="Hakim bin Hazm" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hakim_bin_Hazm">Hakim      bin Hazm</a></li>
<li><a title="Umar bin Khattab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab">Umar bin Khattab</a></li>
<li><a title="Usman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usman_bin_Affan">Usman      bin Affan</a></li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Bilal bin Rabah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bilal_bin_Rabah">Bilal      bin Rabah</a></li>
<li><a title="Khalid bin Walid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalid_bin_Walid">Khalid bin Walid</a></li>
<li><a title="Mua'dz bin Jabal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mua%27dz_bin_Jabal">Mua&#8217;dz bin Jabal</a></li>
<li><a title="Mua'wiyah bin Abu Sufyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mua%27wiyah_bin_Abu_Sufyan">Mua&#8217;wiyah bin Abu Sufyan</a></li>
<li><a title="Mus'ab bin Umair" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mus%27ab_bin_Umair">Mus&#8217;ab bin Umair</a></li>
<li><a title="Sa'ad bin Abi Waqqas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sa%27ad_bin_Abi_Waqqas">Sa&#8217;ad bin Abi Waqqas</a></li>
<li><a title="Said bin Zayd bin Amru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Said_bin_Zayd_bin_Amru">Sa&#8217;id bin Zayd bin `Amr</a></li>
<li><a title="Usamah bin Zaid bin Haritsah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usamah_bin_Zaid_bin_Haritsah">Usamah bin Zaid bin Haritsah</a></li>
<li><a title="Thalhah bin Ubaidillah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thalhah_bin_Ubaidillah">Thalhah bin Ubaidillah</a></li>
<li><a title="Uwais Al-Qarny" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uwais_Al-Qarny">Uwais      Al-Qarny</a></li>
<li><a title="Wahsyi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahsyi">Wahsyi</a></li>
<li><a title="Zubair bin Awwam bin Khuwailid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zubair_bin_Awwam_bin_Khuwailid">Zubair bin Awwam</a></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tabi&#8217;in</strong> artinya pengikut, adalah orang <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> awal yang masa hidupnya setelah para <a title="Sahabat Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi">Sahabat Nabi</a> dan tidak mengalami masa hidup Nabi <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>. Usianya tentu saja lebih muda dari Sahabat Nabi bahkan ada yang masih anak-anak atau remaja pada masa Sahabat masih hidup.</p>
<p>Tabi&#8217;in disebut juga sebagai murid <a title="Sahabat Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi">Sahabat Nabi</a>.</p>
<p><strong>Tokoh-tokoh Tabi&#8217;in</strong></p>
<ul>
<li>Uwais Al-Qorniy</li>
<li>Said bin Al-Musayyib</li>
<li>Urwah bin Az-Zubair</li>
<li>Saalim bin Abdillah bin Umar</li>
<li>Ubaidillah bin Abdillah bin      Utbah bin Mas&#8217;ud</li>
<li>Muhammad bin Al-Hanafiyah</li>
<li>Ali bin Al-Hasan Zainal Abidin</li>
<li>Al-Qaasim bin Muhammad bin Abi      Bakar Ash-Shiddiq</li>
<li>Al-Hasan Al-Bashriy</li>
<li>Muhammad bin Sirin</li>
<li>Abu Hanifah Umar bin Abdul Aziz</li>
<li>Muhammad bin Syihab Az-Zuhriy.</li>
</ul>
<p><strong>Tabi&#8217;ut tabi&#8217;in</strong> atau <em>Atbaut Tabi&#8217;in</em> artinya pengikut <a title="Tabi'in" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabi%27in">Tabi&#8217;in</a>, adalah orang <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> kawan sepergaulan dengan Tabi&#8217;in dan tidak mengalami masa hidup <a title="Sahabat Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi">Sahabat Nabi</a>. Tabi&#8217;ut tabi&#8217;in disebut juga murid Tabi&#8217;in. Menurut banyak literatur Hadis : Tab&#8217;ut Tabi&#8217;in adalah orang Islamdewasa yang pernah bertemu atau berguru pada Tabi&#8217;in dan sampai wafatnya beragama Islam. Dan ada juga yang menulis bahwa Tabi&#8217;in yang ditemui harus masih dalam keadaan sehat ingatannya. Karena Tabi&#8217;in yang terahir wafat sekitar 110-120 Hijriah. Maka Imam Syafi&#8217;i, Ahmad tidak pernah bertemu dengan Tabi&#8217;in. sehingga tidak termasuk golongan Tab&#8217;ut Tabi&#8217;in. Hanafi dan Maliki masih masuk golong ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tabi&#8217;in seperti definisi diatas tapi bertemu dengan Sahabat. Sahabat yang terahir wafat sekitar 80-90 Hijriah. Hanafi yang lahir 80 hijriah tidak ketemu Sahabat karenamasih kanak-kanak, atau mungkin juga masih ketemu sahabat yang sudah sangat tua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Tokoh-tokoh Tabi&#8217;ut tabi&#8217;in</h2>
<ul>
<li>Malik bin Anas</li>
<li>Al-Auza&#8217;iy</li>
<li>Sufyan Ats-Tsauriy</li>
<li>Sufyan bin Uyainah Al-Hilaliy</li>
<li>Al-Laits bin Saad</li>
<li>Abdullah bin Al-Mubaarok</li>
<li>Waki&#8217;</li>
<li><a title="Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syafi%27i">Asy      Syafi&#8217;i</a></li>
<li>Abdurrahman bin Mahdiy</li>
<li>Yahya bin Said Al-Qathan</li>
<li><a title="Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_bin_Muhammad_Hanbal_bin_Hilal">Ahmad bin Hanbal</a></li>
<li>Yahya bin Ma&#8217;in</li>
<li>Ali bin Al-Madiniy.</li>
</ul>
<h1>Ahlul Bait</h1>
<p><strong>Ahlul-Bait</strong> (<a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">Bahasa Arab</a>: أهل البيت) adalah istilah yang berarti &#8220;Orang Rumah&#8221; atau keluarga. Dalam tradisi Islam istilah itu mengarah kepada keluarga <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>. Terjadi perbedaan dalam penafsiran baik Muslim Syi&#8217;ah maupun Sunni. <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah">Syi&#8217;ah</a> berpendapat bahwa Ahlul Bait mencakup lima orang yaitu <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a>, <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a>, <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a> sebagai anggota Ahlul Bait (di samping <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>). Sementara <a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni">Sunni</a> berpendapat bahwa Ahlul Bait adalah keluarga <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> dalam arti luas, meliputi istri-istri dan cucu-cucunya, hingga terkadang ada yang memasukkan mertua-mertua dan menantu-menantunya.</p>
<p><strong>Istilah Ahlul Bait</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Syi&#8217;ah</h3>
<p>Kaum <a title="Syi’ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%E2%80%99ah">Syi’ah</a> lebih mengkhususkan istilah Ahlul Bait <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> yang hanya mencakup <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> dan istrinya <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a>, putri <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> beserta putra-putra mereka yaitu <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">al-Hasan</a> dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">al-Husain</a> (4 orang ini bersama <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> juga disebut Ahlul Kisa atau yang berada dalam satu selimut) dan keturunan mereka.</p>
<p>Hal ini diperkuat pula dengan hadits-hadits seperti contoh berikut:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="20" valign="top"><strong>“</strong></td>
<td valign="top"><a title="Aisyah binti Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aisyah_binti_Abu_Bakar">Aisyah</a> menyatakan bahwa pada suatu pagi,   <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a> keluar dengan mengenakan kain bulu hitam yang berhias. Lalu, datanglah <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin   Ali</a>, maka <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a> menyuruhnya masuk. Kemudian datang pula <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a> lalu beliau masuk bersamanya. Datang juga <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fathimah</a>,   kemudian beliau menyuruhnya masuk. Kemudian datang pula <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a>, maka beliau menyuruhnya masuk, lalu   beliau membaca ayat 33 <a title="Surat Al Ahzab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Ahzab">surah al-Ahzab</a>, &#8220;<em>Sesungguhnya Allah   bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai <strong>Ahlul Bait</strong> dan   membersihkan kamu sebersih-bersihnya.</em>&#8220;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait#cite_note-0">[1]</a></sup></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Sunni dan Salafi</h3>
<p>Makna “Ahl” dan “Ahlul Bait” dalam pengertian leksikal berarti penghuni rumah, termasuk isteri dan anak-anak. Pengertian ini dianut sebagian kalangan <a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni">Sunni</a> dan <a title="Salafi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salafi">Salafi</a>, yang menyatakan bahwa ahlul bait Muhammad mencakup pula istri-istri, mertua-mertua, juga menantu-menantu dan cucu-cucunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Sufi dan sebagian Sunni</h3>
<p>Kalangan <a title="Sufi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sufi">Sufi</a> dan sebagian kaum <a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni">Sunni</a> menyatakan bahwa Ahlul-Bait adalah anggota keluarga Muhammad yang dalam hadits disebutkan haram menerima <a title="Zakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat">zakat</a>, seperti keluarga <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> dan <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a> beserta putra-putra mereka (<a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a>) serta keturunan mereka. Juga keluarga <a title="Abbas bin Abdul-Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul-Muththalib">Abbas bin Abdul-Muththalib</a>, serta keluarga-keluarga <a title="Ja’far bin Abi Thalib (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ja%E2%80%99far_bin_Abi_Thalib&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ja’far</a> dan <a title="Aqil bin Abi Thalib (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aqil_bin_Abi_Thalib&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aqil</a> yang bersama <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> merupakan putra-putra <a title="Abu Thalib bin Syaibah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Thalib_bin_Syaibah">Abu Thalib</a>.</p>
<p>Adapun risalah lengkap sebagaimana yang tercantum dalam <strong><a title="Shahih Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Muslim">Shahih Muslim</a></strong> adalah sebagai berikut:</p>
<p>Yazid bin Hayyan berkata, &#8220;Aku pergi ke Zaid bin Arqam bersama Husain bin Sabrah dan Umar bin Muslim. Setelah kami duduk, Husain berkata kepada Zaid bin Arqam, &#8216;Hai Zaid, kau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Kau melihat <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a>, kau mendengar sabda beliau, kau bertempur menyertai beliau, dan kau telah shalat dengan diimami oleh beliau. Sungguh kau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Karena itu, sampaikan kepada kami hai Zaid, apa yang kau dengar dari <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a>!&#8217;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kata Zaid bin Arqam, &#8216;Hai kemenakanku, demi Allah, aku ini sudah tua dan ajalku sudah semakin dekat. Aku sudah lupa sebagian dari apa yang aku dengar dari <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a>. Apa yang bisa aku sampaikan kepadamu terimalah dan apa yang tidak bisa aku sampaikan kepadamu janganlah kamu memaksaku untuk menyampaikannya.&#8217;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kemudian Zaid bin Arqam mengatakan, &#8216;Pada suatu hari <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a> berdiri dengan berpidato di suatu tempat air yang disebut <em>Khumm</em> antara <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a> dan <a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah">Madinah</a>. Ia memuji Allah, kemudian menyampaikan nasihat dan peringatan, lalu beliau bersabda, <em>Ketahuilah saudara-saudara bahwa aku adalah manusia seperti kalian. Sebentar lagi utusan Tuhanku (malaikat pencabut nyawa) akan datang lalu dia diperkenankan. Aku akan meninggalkan untuk kalian dua hal yang berat, yaitu: 1) Al-Qur&#8217;an yang berisi petunjuk dan cahaya, karena itu laksanakanlah isi Al-Qur&#8217;an dan pegangilah. (Beliau mendorong dan mengimbau pengamalan Al-Qur&#8217;an). 2) Keluargaku. Aku ingatkan kalian agar berpedoman dengan hukum Allah dalam memperlakukan keluargaku (tiga kali)</em>&#8220;.</p>
<p>Husain bertanya kepada Zaid bin Arqam, &#8220;Hai Zaid, siapa Ahlul Bait (keluarga) <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah</a> itu? Bukankah istri-istri beliau Ahlul Baitnya?&#8221;</p>
<p>Kata Zaid bin Arqam, &#8220;Istri-istri beliau adalah Ahlul Baitnya, tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan menerima zakat sampai sepeninggal beliau.&#8221;</p>
<p>Kata Husain, &#8220;Siapa mereka itu?&#8221;</p>
<p>Kata Zaid bin Arqam, &#8220;Mereka adalah keluarga <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a>, keluarga <a title="Aqil bin Abi Thalib (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aqil_bin_Abi_Thalib&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aqil</a>, keluarga <a title="Ja'far bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_bin_Abi_Thalib">Ja&#8217;far</a> dan keluarga <a title="Abbas bin Abdul-Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul-Muththalib">Abbas</a>.&#8221;</p>
<p>Kata Husain, &#8220;Apakah mereka semua diharamkan menerima zakat?&#8221;</p>
<p>Jawab Zaid, &#8220;Ya.&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<p><strong>Istilah Ahlul Kisa</strong></p>
<p>Kaum Sufi yang memiliki keterikatan dengan Ahlul Kisa, yaitu keluarga <a title="Ali bin Abu Talib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abu_Talib">Ali bin Abu Talib</a> k.w.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait#cite_note-2">[3]</a></sup> dan <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah az-Zahra</a> baik secara zhahir (faktor keturunan) dan secara bathin (do&#8217;a dan amalan) sangat mendukung keutamaan <a title="Ahlul Kisa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ahlul_Kisa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ahlul Kisa</a>. Tetapi, Sufi berpendapat bahwa Ahlul Bait bukan hanya Ahlul Kisa sesuai dengan <em>hadits tsaqalayn</em>. Sufi berpendapat bahwa Ahlul Bait adalah mereka yang haram menerima zakat, yaitu keluarga <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a>, <a title="Aqil bin Abi Thalib (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aqil_bin_Abi_Thalib&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aqil</a> dan <a title="Ja'far bin Abu Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_bin_Abu_Thalib">Ja&#8217;far</a> (yang merupakan putra-putra <a title="Abu Thalib bin Syaibah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Thalib_bin_Syaibah">Abu Thalib</a>) dan keluarga <a title="Abbas bin Abdul-Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul-Muththalib">Abbas</a> (Hadits <a title="Shahih Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Muslim">Shahih Muslim</a> dari <a title="Zaid bin Arqam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zaid_bin_Arqam&amp;action=edit&amp;redlink=1">Zaid bin Arqam</a>). Dengan demikian kaum <a title="Sufi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sufi">Sufi</a> dalam hal <a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah">kekhalifahan</a> memiliki perbedaan tajam dengan kaum <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah">Syi&#8217;ah</a></p>
<h3>adist Shahīh Ahlul Kisa</h3>
<p><a title="Shahih Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Muslim">Shahīh Muslim</a>, vol. 7, hal. 130</p>
<p><em><a title="Aisyah binti Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aisyah_binti_Abu_Bakar">Aisyah</a> berkata, &#8220;Pada suatu pagi, <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah saw</a> keluar rumah menggunakan jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> datang dan kemudian Rasulullah menempatkannya di bawah kisa tersebut. Kemudian <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a> datang dan masuk ke dalamnya. Kemudian <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a> ditempatkan oleh Rasulullah di sana. Kemudian <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> datang dan Rasulullah mengajaknya di bawah kisa dan berkata,</em></p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.&#8221;</em> (QS. <a title="Surat Al-Ahzab (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Al-Ahzab&amp;action=edit&amp;redlink=1">Al-Ahzab</a> [33]:33)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait#cite_note-3">[4]</a></sup></p>
<p><a title="Sunan at-Turmudzi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sunan_at-Turmudzi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sunan at-Turmudzi</a>, Kitab <em>al-Manâqib</em></p>
<p><em><a title="Ummu Salamah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ummu_Salamah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ummu Salamah</a> mengutip bahwa <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah saw</a> menutupi <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a>, <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a>, <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> dan <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a> dengan kisa-nya, dan menyatakan, &#8220;Wahai Allah! Mereka Ahlul Baitku dan yang terpilih. Hilangkan dosa dari mereka dan sucikanlah mereka!&#8221;</em></p>
<p><em><a title="Ummu Salamah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ummu_Salamah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ummu Salamah</a> berkata, &#8220;Aku bertanya pada <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Rasulullah saw</a>, Wahai Rasul Allah! Apakah aku termasuk di dalamnya?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Engkau berada dalam kebaikan (tetapi tidak termasuk golongan mereka).&#8221;</em></p>
<p><a title="Imam Turmudzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Turmudzi">Imam Turmudzi</a> menulis di bawah hadits ini, &#8220;Hadits ini <em>shahīh</em> dan ber<em>sanad</em> baik, serta merupakan hadits terbaik yang pernah dikutip mengenai hal ini.&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait#cite_note-4">[5]</a></sup></p>
<p><strong>Interpretasi Syi&#8217;ah, Sunni dan Sufi</strong></p>
<h3>Syi&#8217;ah</h3>
<p>Kaum <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah">Syi&#8217;ah</a>, khususnya Mazhab <a title="Dua Belas Imam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dua_Belas_Imam">Dua Belas Imam</a> menafsirkan bahwa Ahlul Bait adalah &#8220;anggota rumah tangga&#8221; <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> dan mempercayai bahwa mereka terdiri dari: <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>, <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali bin Abi Thalib</a>, <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah az-Zahra</a>, <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a>, dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain bin Ali</a>.</p>
<p>Kaum Syi&#8217;ah percaya bahwa yang dimaksud dengan Ahlul Bait yang disucikan sesuai dengan <em>ayat tathîr</em> (penyucian) (QS. <a title="Al-Ahzab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Ahzab">Al-Ahzab</a> [33]:33), adalah mereka yang termasuk dalam <em>Ahlul-Kisa</em> yaitu <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>, <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a>, <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a>, <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a> serta 9 imam berikutnya yang merupakan keturunan dari <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a>.</p>
<p>Sesuai dengan hadits di atas, <a title="Syi'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah">Syi&#8217;ah</a> berpendapat bahwa istri-istri Muhammad tidak termasuk dalam Ahlul Bait, sebagaimana pendapat <a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni">Sunni</a> yang memasukkan istri-istri Muhammad.</p>
<h3>Sunni dan Salafi</h3>
<p>Kaum Sunni juga mempercayai hadits sahih mengenai keistimewaan kedudukan Ahlul Bait tersebut seperti kaum Syi&#8217;ah, meskipun kaum Sunni tidak berpendapat bahwa hak kepemimpinan umat (khalifah) harus dipegang oleh keturunan Ahlul Bait. Hadits itu juga menyatakan bahwa kedua cucu Muhammad, yaitu Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, adalah <em>sayyid</em> (pemuka).</p>
<p><a title="Muhammad bin Abdul Wahhab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab">Muhammad bin Abdul Wahhab</a> menolak pengistimewaan yang berlebihan terhadap keturunan Ahlul Bait. Ini kemungkinan disebabkan karena pertentangan mereka terhadap kaum Syi&#8217;ah, meskipun kaum Sunni pada umumnya tetap memandang hormat terhadap para keturunan Ahlul Bait.</p>
<p>Kaum <a title="Wahhabi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wahhabi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wahhabi</a> berpendapat bahwa istilah Ahlul Bait memang hanya mencakup keluarga Ali, akan tetapi keluarga Muhammad mencakup seluruh umat Muslim yang taat, sebab hubungan kekeluargaan tersebut adalah berdasarkan <em>takwa</em> pada kepercayaan Islam, dan bukan berdasarkan pada darah keturunan. Kaum <a title="Wahhabi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wahhabi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wahhabi</a> percaya bahwa setiap orang yang taat adalah bagian dari Ahlul Bait, dan bahwa beberapa orang secara khusus disebutkan sebagai bagian daripadanya. Beberapa orang ini, adalah istri-istri Muhammad, yang menurut pendapat mereka disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an sebagai bagian dari Ahlul Bait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Sufi</h3>
<p>Kaum <a title="Sufi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sufi">Sufi</a> menyepakati bahwa semua pendiri <em>Tariqah Mu&#8217;tabaroh</em> mestilah dari golongan Ahlul Bait, yaitu berasal dari keturunan Hasan bin Ali atau Husain bin Ali.</p>
<p>Para <em><a title="Syekh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh">masyaikh</a></em> pendiri tariqah-tariqah Islam setelah wafatnya Rasulullah yang merupakan golongan Ahlul Bait, misalnya:</p>
<ul>
<li>As-Sayyid As-Syaikh Bahau&#8217;uddin Naqsyabandi (Tariqah Naqsyabandi)</li>
<li>As-Sayyid Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin &#8216;Ali BaAlawi Al-Husaini (Tariqah Al-BaAlawi)</li>
<li>As-Sayyid As-Syaikh Abdul Qadir Jilani Al-Hasani (Tariqah Qadiriyah)</li>
<li>As-Sayyid As-Syaikh Ahmad bin Idris Al-Hasani (Tariqah Ahmadiyah Idrissiyah)</li>
<li>As-Sayyid As-Syaikh Abil Hasan Asy-Syazuli (Tariqah Syadziliyyah)</li>
</ul>
<p>Silsilah ajaran mereka kebanyakannya melalui Imam <a title="Ja'far ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">Ja&#8217;far ash-Shadiq</a>, dan semuanya mendapat sanad dari Ali bin Abi Thalib. Tariqah Naqsyabandiah adalah satu-satunya tariqah yang juga mendapat sanad dari Abu Bakar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kekhalifahan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kaum Sufi berpendapat <a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah">kekhalifahan</a> ada 2 macam, yaitu :</p>
<ul>
<li>Khalifah secara zhahir (<a title="Waliyyul Amri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Waliyyul_Amri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Waliyyul Amri</a>, <a title="Surat An Nisaa'" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_An_Nisaa%27">Surat An Nisaa&#8217;</a> ayat 59) <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.&#8221;</em> atau mereka yang menjadi <em>kepala pemerintahan</em> umat Islam; dan</li>
<li>Khalifah secara bathin (<a title="Waliyyul Mursyid (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Waliyyul_Mursyid&amp;action=edit&amp;redlink=1">Waliyyul Mursyid</a>, <a title="Surat Al Kahfi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Kahfi">Surat Al Kahfi</a> ayat 17) <em>&#8220;Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk (Waliyyan Mursyida) kepadanya.&#8221;</em> atau mereka yang menjadi <em>pembina rohani</em> umat Islam.</li>
</ul>
<h3>Khalifah zhahir</h3>
<p>Menurut kalangan Sufi kekhalifahan yang <em>zhahir</em> (lahiriah) boleh saja dipegang oleh orang muslim yang kurang beriman atau mukmin tapi kurang bertakwa, dalam keadaan darurat atau karena sudah takdir yang tak bisa dihindari. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya perkataan ‘athii’ sebelum ‘<a title="Waliyyul amri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Waliyyul_amri&amp;action=edit&amp;redlink=1">waliyyul amri</a>’, kata ‘athii’ atau <em>taatlah</em> hanya ditempelkan kepada ‘Allah’ kemudian ditempelkan kepada ‘Rasul’ sehingga lafadz lengkapnya menjadi, ”Athiiullahu wa athiiurasuul wa ulil amri minkum”. Berarti taat yang mutlak hanya kepada Allah dan Rasulnya. Taat kepada ulil amri (pemimpin) dapat dilakukan dengan syarat ia taat lebih dulu kepada Allah dan Rasulnya. Memilih seorang pemimpin atas dasar ketaatan kepada Allah adalah hal yang logis dan jauh lebih mudah dari pada memilih seorang emimpin atas dasar &#8216;<a title="Maksum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maksum&amp;action=edit&amp;redlink=1">maksum</a>&#8216; atau kesucian, karena &#8216;taat&#8217; kepada Allah adalah suatu yang dapat terlihat kurang-lebihnya di dalam kehidupan seseorang.</p>
<p>Dengan kata lain ayat ini dalam pandangan kaum Sunni dan kaum Sufi menunjukkan tidak adanya syarat ‘<a title="Maksum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maksum&amp;action=edit&amp;redlink=1">maksum</a>’ bagi Waliyyul Amri (pemimpin pemerintahan). Sangat mungkin ini adalah petunjuk Allah bagi umat Islam untuk menerima siapapun pemimpinnya di setiap zaman, selama ia taat kepada Allah dan Rasulnya, karena sesuai dengan akal sehat yang dimiliki umat manusia bahwa ‘tak ada yang mengetahui hamba Allah yang suci atau ‘<a title="Maksum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maksum&amp;action=edit&amp;redlink=1">maksum</a>’, kecuali Allah sendiri.’</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Khalifah bathin</h3>
<p>Kekhalifahan bathin, karena harus mempunyai syarat kewalian dalam pengertian bathin, tak mungkin dijatuhkan kecuali kepada orang mukmin yang bertakwa dan dicintai Allah (Surat Yunus 62-64). Kekhalifahan bathin atau jabatan Waliyyul Mursyid (pemimpin rohani) adalah mereka yang mempunyai ilmu dan karakter (kurang-lebih) seperti <a title="Nabi Khidir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_Khidir">Nabi Khidir</a> di dalam <a title="Surat Al Kahfi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Al_Kahfi">Surat Al Kahfi</a>. Hikmah tidak disebutkannya kata &#8216;Nabi Khidir&#8217; juga boleh jadi mengisyaratkan setiap zaman akan ada manusia yang terpilih seperti itu.</p>
<p>Didalam sejarah tarekat kaum Sufi, para Wali Mursyid sebagian besarnya adalah keturunan <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> dari <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a> baik melalui <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a>. Menurut kaum Sufi memaksakan kekhalifahan zhahir hanya untuk keluarga <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> adalah suatu yang musykil/mustahil karena bila menolak 3 khalifah sebelumnya (yang telah disetujui oleh mayoritas) berarti membuat perpecahan dalam umat Islam, juga bertentangan dengan prinsip akal sehat, karena boleh jadi seorang kurang ber-taqwa tapi dalam hal pemerintahan sangat cakap. Sedangkan seorang yang ber-taqwa justru mungkin saja tidak menguasai masalah pemerintahan.</p>
<p>Bila menganggap Imamah adalah Khalifah Bathin mungkin saja bisa, tapi membatasi hanya 12 bertentangan dengan banyak hadits shahih tentang para Wali Allah yang tidak pernah disebut dari keluarga tertentu, apalagi dengan pembatasan jumlahnya. Idealnya memang seorang Khalifah zhahir (Waliyyul Amri) dipilih dari mereka yang juga menjabat Khalifah bathin (Waliyyul Mursyid). Tapi pertanyaannya siapakah yang mengetahui Wali-wali Allah, apalagi yang berderajat Waliyyul Mursyid, kalau bukan Allah sendiri.</p>
<p><strong>Perkembangan Ahlul Bait</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Setelah wafatnya Muhammad</h3>
<p>Berkembangnya Ahlul-Bait walaupun sepanjang sejarah kekuasaan <a title="Bani Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah">Bani Umayyah</a> dan <a title="Bani Abbasiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Abbasiyah">Bani Abbasiyah</a> mengalami penindasan luar biasa, adalah berkah dari do’a <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> kepada mempelai pengantin <a title="Fatimah az-Zahra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fatimah_az-Zahra">Fatimah</a> putri beliau dan <a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib">Ali</a> di dalam pernikahan yang sangat sederhana.</p>
<p>Doa Nabi SAW adalah,<em>”Semoga Allah memberkahi kalian berdua, memberkahi apa yang ada pada kalian berdua, membuat kalian berbahagia dan mengeluarkan dari kalian keturunan yang banyak dan baik”</em></p>
<p>Setelah mengalami titik noda paling kelam dalam sejarah <a title="Bani Umayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah">Bani Umayyah</a>, dimana cucu Nabi SAW, <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">al-Husain</a> bersama keluarga dibantai di <a title="Pertempuran Karbala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Karbala">Karbala</a>, pemerintahan berikutnya dari <a title="Bani Abbasiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Abbasiyah">Bani Abbasiyah</a> yang sebetulnya masih kerabat (diturunkan melalui <a title="Abbas bin Abdul-Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul-Muththalib">Abbas bin Abdul-Muththalib</a>) tampaknya juga tak mau kalah dalam membantai keturunan Nabi SAW yang saat itu sudah berkembang banyak baik melalui jalur <a title="Ali bin Husain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Husain">Ali Zainal Abidin</a> satu-satunya putra <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain bin Ali</a> yang selamat dari pembantaian di <a title="Karbala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbala">Karbala</a>, juga melalui jalur putra-putra <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a>.</p>
<h3>Setelah berakhirnya <a title="Bani Abbasiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Abbasiyah">Bani Abbasiyah</a></h3>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Perkembangan di berbagai negara</h4>
<p>Menurut berbagai penelaahan sejarah, keturunan <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a> banyak yang selamat dengan melarikan diri ke arah Barat hingga mencapai <a title="Maroko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maroko">Maroko</a>. Sampai sekarang, keluarga kerajaan <a title="Maroko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maroko">Maroko</a> mengklaim keturunan dari <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> melalui cucu beliau <a title="Idris bin Abdullah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Idris_bin_Abdullah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Idris bin Abdullah</a>, karena itu keluarga mereka dinamakan dinasti <a title="Idrissiyyah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Idrissiyyah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Idrissiyyah</a>.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahlul_Bait#cite_note-5">[6]</a></sup> Selain itu pula, ulama-ulama besar seperti <a title="Syekh Abu Hasan Syadzili (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syekh_Abu_Hasan_Syadzili&amp;action=edit&amp;redlink=1">Syekh Abu Hasan Syadzili</a> Maroko (pendiri Tarekat Syadziliyah) yang nasabnya sampai kepada <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> melalui cucunya <a title="Isa bin Muhammad (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isa_bin_Muhammad&amp;action=edit&amp;redlink=1">Isa bin Muhammad</a>.</p>
<p><a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> dan <a title="Iraq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iraq">Iraq</a> adalah negeri yang ulama Ahlul Baitnya banyak dari keturunan <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> dan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a>. <a title="Abdul Qadir Jaelani (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdul_Qadir_Jaelani&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abdul Qadir Jaelani</a> seorang ulama yang dianggap sebagai Sufi terbesar dengan julukan ‘Mawar kota Baghdad’ adalah keturunan <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> melalui cucunya <a title="Abdullah bin Hasan al-Muthanna (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdullah_bin_Hasan_al-Muthanna&amp;action=edit&amp;redlink=1">Abdullah bin Hasan al-Muthanna</a>.</p>
<p><a title="Persia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia">Persia</a> hingga ke arah Timur seperti <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> sampai <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a> (termasuk Indonesia) didominasi para ulama dari keturunan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain bin Ali</a>. Bedanya, ulama Ahlul Bait di tanah <a title="Parsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parsi">Parsi</a> banyak dari keturunan <a title="Musa al-Kadzim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa_al-Kadzim">Musa al-Kadzim</a> bin <a title="Ja'far ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja%27far_ash-Shadiq">Ja&#8217;far ash-Shadiq</a> seperti <a title="Ayatullah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayatullah">Ayatullah</a> <a title="Ruhollah Khomeini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ruhollah_Khomeini">Ruhollah Khomeini</a> karena itu ia juga bergelar Al-Musawi karena keturunan dari Imam <a title="Musa al-Kadzim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa_al-Kadzim">Musa al-Kadzim</a>, sedangkan di <a title="Hadramaut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadramaut">Hadramaut</a> (<a title="Yaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman">Yaman</a>), <a title="Gujarat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gujarat">Gujarat</a> dan <a title="Malabar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malabar">Malabar</a> (India) hingga <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> ulama Ahlul Baitnya banyak dari keturunan <a title="Ali bin Ja'far" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Ja%27far">Ali Uraidhi</a> bin <a title="Jafar ash-Shadiq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jafar_ash-Shadiq">Jafar ash-Shadiq</a> terutama melalui jalur <a title="Syekh Muhammad Shahib Mirbath" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Muhammad_Shahib_Mirbath">Syekh Muhammad Shahib Mirbath</a> dan Imam Muhammad <a title="Faqih Muqaddam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Faqih_Muqaddam">Faqih Muqaddam</a> ulama dan sufi terbesar <a title="Hadramaut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadramaut">Hadramaut</a> di zamannya (abad 12-13M).</p>
<p>Walaupun sebagian besar keturunan Ahlul Bait yang ada di Nusantara termasuk Indonesia adalah dari Keturunan Husain bin Ali namun terdapat juga yang merupakan Keturunan dari <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a>, bahkan Keturunan <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan bin Ali</a> yang ada di Nusantara ini sempat memegang pemerintahan secara turun temurun di beberapa Kesultanan di Nusantara ini yaitu <a title="Kesultanan Brunei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Brunei">Kesultanan Brunei</a>, <a title="Kesultanan Sambas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Sambas">Kesultanan Sambas</a> dan <a title="Kesultanan Sulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Sulu">Kesultanan Sulu</a> sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / Prasasti dan beberapa Makam dan juga Manuscript yang tersebar di Brunei, Sambas (Kalimantan Barat) dan Sulu (Selatan Filipina)yaitu melalui jalur <a title="Sultan Syarif Ali (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Syarif_Ali&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Syarif Ali</a> (Sultan Brunei ke-3) yang merupakan keturunan dari Syarif Abu Nu&#8217;may Al Awwal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Mazhab yang dianut</h4>
<p><a title="Mazhab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab">Mazhab</a> yang dianut para ulama keturunan <a title="Husain bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Husain_bin_Ali">Husain</a> pun terbagi dua; di <a title="Iran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran">Iran</a>, <a title="Iraq" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iraq">Iraq</a> dan sekitarnya menganut <a title="Syi’ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%E2%80%99ah">Syi’ah</a>, sedangkan di <a title="Yaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaman">Yaman</a>, <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> hingga <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> menganut <a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni">Sunni</a> yang condong kepada <a title="Tasawuf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tasawuf">tasawuf</a>). Para ulama keturunan <a title="Hasan bin Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali">Hasan</a> dari <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a> hingga <a title="Maroko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maroko">Maroko</a> hampir semuanya adalah kaum <a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni">Sunni</a> yang condong kepada tasawuf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=184&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/11/15/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOAL JAWAB TAUHID &amp; AQIDAH</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/29/soal-jawab-tauhid-aqidah/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/29/soal-jawab-tauhid-aqidah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 04:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[SOAL JAWAB TAUHID &#38; AQIDAH Tanya : Siapakah Rabbmu? Jawab : Rabbku adalah Allah yang telah memeliharaku dan memelihara seluruh alam dengan segala nikmat-Nya. Dia lah sesembahanku, tidak ada bagiku sesembahan selain-Nya. Sebagaimana yang difirmankan Allah ta’ala dalam surat al-Fatihah (yang artinya), “Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.” Tanya : Apakah makna kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=181&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SOAL JAWAB TAUHID &amp; AQIDAH</p>
<p>Tanya : Siapakah Rabbmu?<br />
Jawab : Rabbku adalah Allah yang telah memeliharaku dan memelihara seluruh alam dengan segala nikmat-Nya. Dia lah sesembahanku, tidak ada bagiku sesembahan selain-Nya. Sebagaimana yang difirmankan Allah ta’ala dalam surat al-Fatihah (yang artinya), “Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.”</p>
<p>Tanya : Apakah makna kata Rabb?<br />
Jawab : Yang menguasai dan yang mengatur, dan hanya Dia (Allah) yang berhak untuk diibadahi</p>
<p>Tanya : Apa makna kata Allah?<br />
Jawab : Yaitu yang memiliki sifat ketuhanan dan berhak diibadahi oleh seluruh makhluk-Nya</p>
<p>Tanya : Dengan apa kamu mengenal Rabbmu?<br />
Jawab : Dengan memperhatikan ayat-ayat-Nya dan makhluk-makhluk ciptaan-Nya</p>
<p>Tanya : Makhluk apakah yang terbesar yang bisa kamu lihat di antara makhluk ciptaan-Nya?<br />
Jawab : Langit dan bumi</p>
<p>Tanya : Apakah ayat (tanda kekuasaan)-Nya yang paling besar?<br />
Jawab : Malam dan siang, matahari dan bulan</p>
<p>Tanya : Apakah dalil atas hal itu?<br />
Jawab : Dalilnya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Allah menutupkan malam kepada siang dan mengikutinya dengan cepat, matahari dan bulan serta bintang-bintang semuanya ditundukkan dengan perintah-Nya. Ingatlah, sesungguhnya penciptaan dan pemberian perintah adalah hak-Nya, Maha berkah Allah Rabb seluruh alam.” (QS. al-A’raf : 54).</p>
<p>Tanya : Untuk apakah Allah menciptakan kita?<br />
Jawab : Untuk beribadah kepada-Nya</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud beribadah kepada-Nya?<br />
Jawab : Mentauhidkan Allah dan menaati-Nya</p>
<p>Tanya : Dalam hal apa kita menaati-Nya?<br />
Jawab : Kita taati perintah-Nya dan kita jauhi segala yang dilarang-Nya kepada kita</p>
<p>Tanya : Apa dalil untuk hal itu?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat : 56).</p>
<p>Tanya : Apa makna ’supaya mereka beribadah kepada-Ku’?<br />
Jawab : Maknanya adalah agar mereka mentauhidkan Allah</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud dengan tauhid?<br />
Jawab : Tauhid adalah mengesakan Allah dalam beribadah</p>
<p>Tanya : Apakah perkara terbesar yang dilarang Allah untuk kita?<br />
Jawab : Perkara terbesar yang dilarang Allah adalah syirik yaitu berdoa kepada selain Allah [saja] atau berdoa kepada selain-Nya di samping berdoa kepada-Nya.</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Dalilnya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya (dalam beribadah) dengan sesuatu apapun.” (QS. an-Nisaa’ : 36).</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud dengan ibadah?<br />
Jawab : Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi</p>
<p>Tanya : Apa sajakah yang termasuk macam-macam ibadah?<br />
Jawab : Ibadah itu banyak jenisnya, di antaranya adalah : doa, takut, harap, tawakal, roghbah (keinginan), rohbah (kekhawatiran), khusyu’, khas-yah (takut yang dilandasi ilmu), inabah (taubat), isti’anah (meminta pertolongan), isti’adzah (meminta perlindungan), istighotsah (meminta keselamatan dari bahaya), menyembelih, nadzar, dan jenis-jenis ibadah yang lainnya.</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Seluruh masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyeru bersama-Nya sesuatu pun.” (QS. al-Jin : 18).</p>
<p>Tanya : Apa hukum bagi orang yang mengalihkan ibadah kepada selain Allah?<br />
Jawab : Orang yang melakukannya dihukumi musyrik dan kafir</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Barangsiapa yang menyeru bersama Allah sesembahan yang lain padahal tidak ada bukti baginya, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada akan beruntung.” (QS. al-Mukminun : 117).</p>
<p>Tanya : Perkara apakah yang diwajibkan pertama kali oleh Allah kepada kita?<br />
Jawab : Yaitu mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud dengan thaghut?<br />
Jawab : Segala sesuatu yang menyebabkan hamba melampaui batas, yang berupa sesembahan, orang yang diikuti atau sosok yang ditaati, maka dia adalah thaghut</p>
<p>Tanya : Ada berapakah thaghut itu?<br />
Jawab : Jumlah mereka banyak, namun pembesarnya ada lima : Iblis -semoga Allah melaknatnya-, orang yang diibadahi dan ridha dengan hal itu, orang yang menyeru orang lain untuk beribadah kepada dirinya, orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib, dan orang yang berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Tidak ada paksaan dalam agama, sungguh telah jelas antara petunjuk dengan kesesatan. Barangsiapa yang mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya dia telah berpegang dengan buhul tali yang sangat kuat dan tidak akan putus, Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 256).</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud dengan Urwatul Wutsqa (buhul tali yang sangat kuat)?<br />
Jawab : Maksudnya adalah laa ilaha illallah</p>
<p>Tanya : Apa makna laa ilaha illallah?<br />
Jawab : Laa ilaha adalah penolakan, sedangkan illallah adalah penetapan</p>
<p>Tanya : Apa yang ditolak dan apa yang ditetapkan?<br />
Jawab : Aku menolak segala sesembahan selain Allah dan aku tetapkan bahwa seluruh jenis ibadah harus ditujukan kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya; sesungguhnya aku berlepas diri dari semua sesembahan kalian kecuali dari Dzat yang telah menciptakanku, sesungguhnya Dia pasti menunjuki diriku. Dan Allah menjadikan kalimat itu tetap ada pada keturunannya (Ibrahim) semoga mereka mau kembali (kepada kebenaran).” (QS. az-Zukhruf : 26-28).</p>
<p>Tanya : Apakah agamamu?<br />
Jawab : Agamaku Islam, yaitu menyerahkan diri kepada Allah dengan bertauhid, patuh kepada-Nya dengan melakukan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan pelakunya</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Yaitu firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanya Islam.” (QS. Ali Imran : 19). Dan juga firman-Nya (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya, dan di akhirat nanti dia pasti termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran : 85).</p>
<p>Tanya : Ada berapakah rukun Islam?<br />
Jawab : Ada lima; syahadat laa ilaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke rumah Allah yang suci jika memiliki kemampuan.</p>
<p>Tanya : Apakah dalil syahadat laa ilaha illallah?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Allah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, demikian pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu, dengan menegakkan keadilan. Tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (QS. Ali Imran : 18).</p>
<p>Tanya : Apakah dalil syahadat anna Muhammadar rasulullah?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sekali-kali Muhammad itu bukanlah ayah salah seorang lelaki di antara kalian, namun dia adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi.” (QS. al-Ahzab : 40).</p>
<p>Tanya : Apa makna syahadat anna Muhammadar rasulullah?<br />
Jawab : Maknanya adalah menaati perintahnya, membenarkan beritanya, menjauhi segala larangannya, dan beribadah kepada Allah hanya dengan syari’atnya</p>
<p>Tanya : Apakah dalil sholat, zakat serta tafsir dari tauhid?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dan tidaklah mereka disuruh melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan penuh ikhlas melakukan amal karena-Nya (tanpa disertai kesyirikan), mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah : 5)</p>
<p>Tanya : Apakah dalil puasa?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah : 183).</p>
<p>Tanya : Apakah dalil haji?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Wajib bagi umat manusia untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah karena Allah, yaitu bagi orang yang mampu melakukan perjalanan ke sana. Barangsiapa yang kufur maka sesungguhnya Allah Maha kaya dan tidak membutuhkan seluruh alam.” (QS. Ali Imran : 97).</p>
<p>Tanya : Apakah pondasi ajaran dan kaidah dalam agama Islam?<br />
Jawab : Ada dua perkara : [Pertama] adalah perintah untuk beribadah kepada Allah semata dan memotivasi manusia untuk melakukannya, membangun loyalitas di atasnya dan mengkafirkan orang yang meninggalkannya (tidak beribadah kepada Allah). [Perkara Kedua] adalah memperingatkan manusia dari kesyirikan dalam hal ibadah kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bersikap keras dalam hal itu (mengingkari syirik), membangun permusuhan di atasnya, dan mengakfirkan orang yang melakukannya (kemusyrikan).</p>
<p>Tanya : Ada berapakah rukun iman?<br />
Jawab : Ada enam; yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan yang buruk</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Bukanlah kebaikan itu kamu memalingkan wajahmu ke arah timur ataupun barat, akan tetapi yang disebut kebaikan adalah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab, dan para nabi.” (QS. al-Baqarah : 177).</p>
<p>Tanya : Apakah dalil iman kepada takdir?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan ukuran/takdir.” (QS. al-Qamar : 49).</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud ihsan?<br />
Jawab : Ihsan terdiri dari satu rukun yaitu; kamu beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya dan jika kamu tidak bisa maka yakinlah bahwa Dia senantiasa melihatmu</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya Allah akan bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. an-Nahl : 128).</p>
<p>Tanya : Siapakah Nabimu?<br />
Jawab : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim, sedangkan Hasyim berasal dari keturunan Quraisy, Quraisy dari bangsa Arab, sedangkan Arab merupakan keturunan Nabi Ismail putra Ibrahim al-Khalil (kekasih Allah) semoga shalawat dan salam yang paling utama tercurah kepadanya dan kepada nabi kita.</p>
<p>Tanya : Berapakah umur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?<br />
Jawab : Enam puluh tiga tahun; empat puluh tahun sebelum diangkat menjadi nabi dan dua puluh tiga tahun sebagai nabi dan rasul</p>
<p>Tanya : Dengan apakah beliau diangkat menjadi Nabi? Dan dengan apa diangkat sebagai rasul?<br />
Jawab : Beliau diangkat menjadi Nabi dengan turunnya Iqra’ dan diangkat sebagai rasul dengan turunnya al-Muddatstsir</p>
<p>Tanya : Di manakah negerinya?<br />
Jawab : Beliau berasal dari Mekah lalu berhijrah ke Madinah, dan kemudian beliau wafat di sana -semoga shalawat dari Allah dan keselamatan senantiasa tercurah kepadanya- setelah Allah sempurnakan agama dengan mengutus beliau (beserta ajarannya).</p>
<p>Tanya : Apa yang dimaksud dengan hijrah?<br />
Jawab : Berpindah dari negeri syirik menunju negeri Islam, sementara hijrah itu tetap berlaku hingga tegaknya hari kiamat</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat itu dalam keadaan menganiaya diri mereka sendiri. Maka malaikat bertanya kepadanya; Di manakah dulu kalian berada? Mereka menjawab; Kami dulu berada dalam keadaan tertindas dan lemah di muka bumi. Mereka berkata; bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian dapat berhijrah di atasnya? Mereka itulah orang-orang yang tempat kembalinya adalah neraka Jahannam dan sungguh neraka itu adalah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS. an-Nisaa’ : 97).</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya dari Sunnah (Hadits)?<br />
Jawab : Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah terputus hijrah sampai taubat terputus, dan tidak akan terputus [kesempatan] bertaubat hingga matahari terbit dari arah tenggelamnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan ad-Darimi).</p>
<p>Tanya : Apakah Rasul masih hidup atau sudah mati?<br />
Jawab : Beliau telah meninggal sedangkan agamanya masih tetap ada hingga hari kiamat tiba</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya kamu pasti mati dan mereka pun akan mati, kemudian nanti pada hari kiamat di sisi Rabb kalian maka kalian pun akan saling bermusuhan.” (QS. az-Zumar : 31).</p>
<p>Tanya : Apakah setelah mati manusia akan dibangkitkan?<br />
Jawab : Iya, benar</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dari tanah itulah Kami ciptakan kalian dan kepadanya kalian Kami kembalikan, dan dari dalamnya Kami akan mengeluarkan kalian untuk kedua kalinya.” (QS. Thaha : 55).</p>
<p>Tanya : Apakah hukum orang yang mendustakan hari kebangkitan?<br />
Jawab : Orang yang melakukan hal itu adalah kafir</p>
<p>Tanya : Apakah dalilnya?<br />
Jawab : Firman Allah ta’ala (yang artinya), “Orang-orang kafir itu mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan lagi, katakanlah; sekali-kali tidak, demi Rabbku, kalian benar-benar akan dibangkitkan kemudian akan dikabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan [di dunia], dan hal itu bagi Allah sangatlah mudah.” (QS. at-Taghabun : 7).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diterjemahkan dari :<br />
Maa yajibu ‘alal muslim ma’rifatu wal ‘amalu bihi<br />
Oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi rahimahullah<br />
Dengan pengantar Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Alu Jarullah</p>
<p>(www.abumushlih.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=181&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/29/soal-jawab-tauhid-aqidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THREE ELEMENT CONTROL</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/three-element-control/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/three-element-control/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge at a glance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Boilers that experiences wide and rapid load changes require three element control. Three element control are steam flow, feedwater flow and level drum transmitter. (www.bestneo.com)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=173&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p align="justify">Boilers that experiences wide and rapid load changes require three element control. Three element control are steam flow, feedwater flow and level drum transmitter.</p>
<p align="justify">(www.bestneo.com)</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=173&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/three-element-control/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalor Jenis dan Laten</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/kalor-jenis-laten/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/kalor-jenis-laten/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge at a glance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter. Kalor Laten adalah kalor yang digunakan untuk mengubah wujud suatu zat. (http://klikbelajar.com)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=169&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p align="justify">Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter. Kalor Laten adalah kalor yang digunakan untuk mengubah wujud suatu zat.</p>
<p align="justify">(http://klikbelajar.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=169&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/kalor-jenis-laten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>governor</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/governor/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/governor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge at a glance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[A device used to control the speed of a prime mover. A governor protects the prime mover from overspeed and keeps the prime mover speed at or near the desired revolutions per minute. When a prime mover drives an alternator supplying electrical power at a given frequency, a governor must be used to hold the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=166&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">A device used to control the speed of a prime mover. A governor protects the prime mover from overspeed and keeps the prime mover speed at or near the desired revolutions per minute. When a prime mover drives an alternator supplying electrical power at a given frequency, a governor must be used to hold the prime mover at a speed that will yield this frequency.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">(www.answers.com)</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=166&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/26/governor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>conventional millimeters of mercury</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/19/conventional-millimeters-of-mercury/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/19/conventional-millimeters-of-mercury/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 21:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge at a glance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[A unit of pressure, obsolete since 1960. Symbol, mmHg. (Notice that there is no space between “mm” and “Hg”).  One mmHg is the pressure exerted at the bottom of a vertical column exactly 1 millimeter deep of a fluid whose density is exactly 13.5951 grams per cubic centimeter, at a location where the acceleration due [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=159&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A unit of pressure, obsolete since 1960. Symbol, mmHg. (Notice that there is no space between “mm” and “Hg”).  One mmHg is the pressure exerted at the bottom of a vertical column exactly 1 millimeter deep of a fluid whose density is exactly 13.5951 grams per cubic centimeter, at a location where the acceleration due to gravity is exactly 980.665 centimeters per second per second.  The second exact value is, of course, a value for the density of mercury at 0°C, and the third the conventional value for the acceleration due to gravity at the Earth&#8217;s surface. 1 mmHg = 13.5951 × 9.806 65 newtons per square meter.</p>
<p>Blood pressure is conventionally measured in millimeters of mercury, because for many years doctors measured blood pressure with a mercury sphygmomanometer. This instrument contained a tube, one end of which was submerged in a pool of mercury in an airtight chamber. The cuff was connected to this chamber, and air pressure in the cuff also pushed on the pool of mercury, forcing the mercury up the tube. A scale marked in millimeters placed next to the column readily indicated the pressure in millimeters of mercury.</p>
<p>(from http://www.sizes.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=159&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/19/conventional-millimeters-of-mercury/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2009/2010 PERSIB BANDUNG</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/20092010-persib-bandung/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/20092010-persib-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 04:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soccer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Persib Pekan 1 (T) : vs Persiba Balikpapan 0-2 ( Johan Yoga Utama,Robertino Pugliara) Pekan 2 (T) : vs PSM Makassar 1-2 ( Airlangga; Carrasco, Syamsul Bahri)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=138&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persib</p>
<p>Pekan 1 (T) : vs Persiba Balikpapan 0-2 ( Johan Yoga Utama,Robertino Pugliara)</p>
<p>Pekan 2 (T) : vs PSM Makassar 1-2 ( Airlangga; Carrasco, Syamsul Bahri)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=138&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/20092010-persib-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2009/2010 AC MILAN</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/20092010-ac-milan/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/20092010-ac-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 04:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soccer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[**AC Milan di SERIE A** Pekan 1 (T) : vs Siena 2-1 (Pato 2 ;Ghezzal) Pekan 2 (K) : vs Inter 0-4 (Motta, Millito-pen, Maicon, Stankovic) Pekan 3 (T) : vs Livorno 0-0 Pekan 4 (K) : vs Bologna 1-0 (Seedorf) Pekan 5 (T) : vs Udinese 0-1 ( Di Natale) Pekan 6 (K) : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=135&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p>**AC Milan di SERIE A**</p>
<p>Pekan 1 (T)  : vs Siena 2-1 (Pato 2 ;Ghezzal)</p>
<p>Pekan 2 (K) : vs Inter 0-4 (Motta, Millito-pen, Maicon, Stankovic)</p>
<p>Pekan 3 (T) : vs Livorno 0-0</p>
<p>Pekan 4 (K) : vs Bologna 1-0 (Seedorf)</p>
<p>Pekan 5 (T) : vs Udinese 0-1 ( Di Natale)</p>
<p>Pekan 6 (K) : vs Bari 0-0</p>
<p>Pekan 7 (T) : vs Atalanta 1-1 (Ronaldinho; Tiribocchi)&#8212;Peringkat 12, point 9</p>
<p>Pekan 8 (K) : vs AS Roma 2-1 ( Ronaldinho-pen, Pato; Menez ) &#8212;-Peringkat 8, point 12</p>
<p>Pekan 9 (T) : vs Chievo 2-1 (Nesta 2; Pinzi)&#8212; peringkat 6, point 15</p>
<p>Pekan 10 (T) : vs Napoli 2-2 ( Pato, Inzaghi; Cigarini, Denis )&#8212; peringkat 5, point 16</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>**AC Milan di Liga Champion**</p>
<p>Match-1 (T) : vs Marseille 2-0 (Inzaghi 2)</p>
<p>Match-2 (K) : vs FC Zurich 0-1 (Hanu Tihinnen)</p>
<p>Match-3 (T) : vs Real Madrid 3-2 (Pato 2, Pirlo; Raul,Drenthe)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=135&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/20092010-ac-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kota Cilegon</title>
		<link>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/kota-cilegon/</link>
		<comments>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/kota-cilegon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azis Fabregas</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge at a glance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azizamedina.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kota Cilegon, adalah sebuah kota di Provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di ujung barat laut Pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota ini dulunya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Serang, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 20 April 1999 ditetapkan sebagai kotamadya (sebutan kotamadya diganti dengan kota sejak tahun 2001). Cilegon dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=131&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p align="justify">Kota Cilegon, adalah sebuah kota di Provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di ujung barat laut Pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota ini dulunya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Serang, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 20 April 1999 ditetapkan sebagai kotamadya (sebutan kotamadya diganti dengan kota sejak tahun 2001). Cilegon dikenal sebagai kota industri, dan menjadi pusat industri di kawasan Banten bagian barat. Kota Cilegon dilintasi jalan negara lintas Jakarta-Merak, dan dilalui jalur kereta api Jakarta-Merak. Kota Cilegon terdiri atas 8 kecamatan :</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		H2 { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<ul>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Cilegon</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Ciwandan</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Pulomerak</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Cibeber</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Grogol</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Purwakarta</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Citangkil</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kecamatan Jombang</p>
</li>
</ul>
<p align="justify">(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)</p>
<h2></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azizamedina.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azizamedina.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azizamedina.wordpress.com&amp;blog=9033440&amp;post=131&amp;subd=azizamedina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azizamedina.wordpress.com/2009/10/12/kota-cilegon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31c4e694a016e87351fa3a0953813e56?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Azis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
